Search Results For:contoh makanan

Waspadai Makanan Berkalori Tinggi!

Jakarta – Siapa bilang gula hanya berwujud gula pasir, gula merah, atau gula tebu? Anda harus waspada sebab wujud gula kadang tak terlihat mata telanjang karena sudah tercampur dalam makanan dan minuman. Nah, berikut makanan dan minuman yang harus diwaspadai karena memiliki kandungan gula yang tinggi!

Saat mengunyah makanan, tubuh merubah makanan menjadi gula yang kemudian digunakan untuk menghasilkan energi. Namun bagi penderita diabetes hal yang terjadi adalah sebaliknya, karena sistem dalam tubuh mereka tidak bisa mengubah gula jadi energi. Sehingga gula menggenang dalam darah dan kemudian menjadi berlebihan dalam tubuh.

Banyak orang yang keliru berpendapat dengan tidak mengkonsumsi gula berlebih maka mereka akan aman-aman saja. Namun pendapat tersebut keliru sebab yang dimaksud gula mencakup glukosa, fructosa (terkandung dalam buah), laktosa (dalam susu), sucrosa (gula pasir), maltose atau malts (dalam nasi dan madu). Hal ini juga mencakup selai, maple syrup, corn syrup, palm sugar, dan brown sugar. Kesemuanya jika berlebih bisa membahayakan kesehatan dengan cara yang berbeda.

Oleh karena itu selain membatasi konsumsi gula agar tidak berlebih, Anda juga harus mengenali makanan dan minuman apa saja yang mengandung gula yang tinggi. Berikut makanan dan minuman yang harus Anda waspadai dan batasi konsumsinya menurut eatingwell:

Gula Putih
Sebuah studi telah mengindikasikan bahwa khususnya kaum wanita masa kini mengkonsumsi gula lebih banyak dibandingkan orang tua mereka 50-60 tahun lalu. Gula ini kebanyakan berasal dari gula putih atau gula pasir yang mengandung kalori tinggi dan hampir tidak mengandung nutrisi. Tidak hanya gula putih yang harus dikonsumsi tak berlebihan, namun juga gula merah, gula tebu (palm sugar), madu, sirup dan sumber gula lainnya.

Soda atau Minuman Berkarbonat

Jika Anda mengkonsumsi minuman soda atau berkarbonat secara terus-menerus sebaiknya hentikan kebiasaan tersebut. Dalam sekaleng minuman soda/karbonat mengandung setidaknya 15 sendok teh gula, 150 kalori, 30 -55 mg kafein dan mengandung zat tambahan lainnya seperti zat pewarna buatan dan zat penambah rasa yang berbahaya.

Bahkan beberapa soda yang berlebel ‘diet soda’ mengandung zat pemanis yang berbahaya seperti aspartame. Bahkan hal tersebut bisa menimbulkan penyakit seperti diabetes, emotional disorders, pengurangan penglihatan, telinga berdenging, kerusakan otak, dan kehilangan ingatan.

French Fries dan Donat
Kedua makanan ini menggunakan proses deep-fried alias digoreng dalam waktu cukup lama. Bahkan sebelum digoreng mereka sudah merupakan gula tak berwujud dan setelah digoreng dengan meresap minyak lebih banyak sehingga membuat tubuh tidak sehat. Donat sendiri mengandung sekitar 200-300 kalori yang sebagian besar adalah gula. Tak heran jika dikatakan bahwa sebuah kentang goreng bisa membuat kesehatan lebih buruk daripada sebatang rokok.

Sereal yang Mengandung Gula
Sereal yang biasanya dikonsumsi untuk makan pagi umumnya mengandung gula yang bisa membuat hari Anda lebih semangat tetapi di sisi lain juga bisa merugikan kesehatan. Sebagai contohnya dalam sekali penyajian sereal bisa mengandung 13 gram gula, 1gram fiber, dan 2 gram protein saja. Oleh karena itu akan lebih baik jika Anda mengganti sarapan pagi dengan semangkok oatmeal atau sereal gandum dengan topping buah-buahan.

Kue dan permen
Kue dan permen mengandung banyak sekali gula dan kebanyakan dari mereka memiliki kandungan trans fat yang berbahaya. Sekali-sekali menikmatinya tentu boleh saja, namun jika berlebihan tentunya akan membahayakan tubuh. Sebagai alternatif pengganti camilan ini Anda bisa menggantinya dengan buah-buahan kering.

Es Krim & Desserts

Kedua makanan ini memang paling susah untuk dihindari. Namun pembuat es krim saat ini umumnya membuat es krim dengan campuran bahan kimia dan dijual dengan kemasan yang menarik konsumen. Semua yang berasal dari hydrogenated oils, sirup jagung yang mengandung fluktuosa tinggi, dan susu kering digunakan untuk membuat es krim. Satu buah es krim bar mengandung sekitar 17 sendok makan gula.

Nah, jadi bisa dibayangkan apa yang terjadi jika Anda mengkonsumsi makanan diatas secara terus-merus? Oleh karena itu paling tidak jika tidak bisa menghindari makanan dan minuman diatas, Anda bisa mengurangi konsumsinya secara perlahan dan menggantinya dengan makanan dan minuman yang lebih sehat tentunya.


( dev / Odi )

Minyak dari Biji Mengkudu

Mengkudu (Morinda citrifolia L) atau di Jawa Barat lebuh dikenal dengan sebutan “cangkudu” merupakan pohon yang banyak tumbuh di daerah tropis, terutama di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Pohon tersebut termasuk ke dalam pohon kopi–kopian (famili Rubiceae) dan dikenal dengan banyak nama antara lain Pace, Lengkudu, Noni, dan Indian Mulberry. Di Indonesia sampai saat ini dikenal sekira 20 jenis pohon mengkudu, antara lain mengkudu tanah merah, mengkudu tanah putih dan mengkudu Bogor.

Pohon mengkudu sangat potensial untuk dibudidayakan, karena sifat pohon tersebut yang mudah tumbuh dan tidak memerlukan biaya pemeliharaan yang tinggi. Pohon mengkudu dapat hidup di dataran rendah hingga dataran tinggi yaitu antara 500 – 1.500 meter dpl. Peningkatan pembudidayaan pohon mengkudu juga terutama karena hampir semua bagian pohon dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.

Sejalan dengan peningkatan kesadaran konsumen dan volume permintaan terhadap penggunaan obat alami, maka penelitian terhadap pohon mengkudu juga difokuskan untuk penggunaan sebagai bahan obat. Penggunaan khusus pohon mengkudu sebagai obat antara lain buah mengkudu berkhasiat untuk melancarkan urin, menurunkan kadar gula dan kolesterol darah. Sedangkan daun dan akarnya berkhasiat untuk obat sakit perut, disentri, serta eksim. Beberapa khasiat lain dari mengkudu dalam bentuk sediaan jus, kapsul, lulur antara lain sebagai antibiotik, antibakteri, aterioskerosis, artrisis, sakit punggung, beri – beri, kosmetik, dan antikanker. Daging buah mengkudu juga dapat diolah menjadi bahan makanan berserat tinggi (dietary fiber).

Produk dari pohon mengkudu telah banyak di produksi oleh beberapa produsen dalam dan luar negeri dalam bentuk jus dan kapsul buah mengkudu. Dan di dalam proses produksi jus mengkudu akan dihasilkan limbah berupa biji. Jumlah biji mengkudu yang dihasilkan cukup besar yaitu 20% – 25% dari total berat buah yang diperlukan.

Berdasarkan hal tersebut maka telah dilakukan penelitian terhadap pemanfaatan biji mengkudu dengan mengisolasi minyak dari biji mengkudu tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk studi isolasi minyak dari biji mengkudu secara ekstraksi dengan pelarut n-heksana serta uji kualitas minyak tersebut. Hasil penelitian diharapkan menjadi alternatif untuk memanfaatkan biji mengkudu.

Dari beberapa literatur didapatkan, minyak mengkudu banyak digunakan untuk bahan baku sediaan kosmetik, lilin dan massage oils. Hasil penelitian terakhir menunjukkan, minyak biji mengkudu juga berkhasiat dalam menghaluskan kulit (cleansing agent) dan membantu pada proses peremajaan kulit (rejuvenating agent).

Isolasi minyak biji mengkudu

Untuk menentukan komposisi bahan dalam buah mengkudu, maka terlebih dulu harus dilakukan proses pemisahan terhadap buah mengkudu dengan menggunakan alat ekstruder. Alat ekstruder dapat digunakan untuk memisahkan komponen buah mengkudu menjadi kulit dan biji, serta daging buah dan jus.

Dari hasil pemisahan, biji dan kulit mengkudu merupakan bahan kedua terbesar setelah daging buah, yaitu sekitar 27 kg/100 kg buah. Hal ini menunjukkan, proses produksi jus mengkudu menghasilkan limbah biji yang cukup besar dan selama ini masih belum dimanfaatkan. Sebagai gambaran, sebuah koperasi penghasil jus mengkudu di Bogor dalam sebulan minimal memerlukan 10.000 kg buah, sehingga dengan perhitungan di atas, minimal akan dihasilkan produk buangan berupa biji mengkudu seberat 2.700 kg.

Proses selanjutnya adalah proses pemisahan biji mengkudu dengan kulit buah, yaitu dilakukan dengan cara pencucian dengan air dan penyaringan. Untuk menurunkan kandungan air dalam biji mengkudu, maka dilakukan pengeringan terhadap biji mengkudu menggunakan sinar matahari sehingga diperkirakan kadar airnya tersisa 2% – 8%. Biji kering tersebut selanjutnya dihaluskan untuk memudahkan analisis proksimat dan proses isolasi minyak.

Analisis proksimat menunjukkan, proses pengeringan berhasil menurunkan kadar air dalam serbuk biji mengkudu menjadi 6,74%, juga dapat dilihat serat dan karbohidrat merupakan senyawa kimia dominan dalam biji mengkudu. Sedangkan lemak atau minyak merupakan senyawa dominan ketiga, yaitu 13,2%, sehingga dimungkinkan untuk diisolasi menggunakan pelarut organik atau menggunakan proses mekanik berupa pengepresan.

Dalam penelitian ini dilakukan proses isolasi minyak menggunakan proses ekstraksi. Berdasarkan sifat lemak yang non polar, maka dilakukan isolasi minyak menggunakan pelarut nonpolar yaitu n-heksana dengan alat sokhlet. Proses isolasi dilakukan pada suhu 80 oC selama 4 jam. Kondisi suhu dipilih berdasarkan pertimbangan titik didih pelarut dan kestabilan minyak, sedangkan parameter waktu didasarkan pada prosedur umum untuk penentuan lemak kasar. Rendemen hasil ekstraksi minyak dengan n-heksana adalah berkisar antara 11,59% – 12,60%. Minyak yang dihasilkan umumnya berwarna kuning jernih dan tak berbau.

Selanjutnya terhadap minyak hasil isolasi dilakukan uji kualitas dan kandungan asam lemak. Uji kualitas dilakukan terhadap beberapa parameter yaitu : bilangan penyabunan, bilangan iod, bilangan asam, bilangan peroksida, berat jenis, dan indeks bias.

Bilangan penyabunan menunjukkan banyaknya basa (mg KOH) yang dibutuhkan untuk menyabunkan 1 gram minyak. Besarnya bilangan penyabunan bergantung dari massa molekul minyak, semakin besar massa molekul semakin rendah bilangan penyabunannya. Hal ini dapat dijelaskan, dengan semakin panjang rantai hidrokarbon suatu minyak, maka akan semakin kecil proporsi molar gugus karboksilat yang akan bereaksi dengan basa. Data analisis bilangan penyabunan minyak mengkudu adalah 185 mg KOH/gram contoh, angka ini relatif lebih kecil bila dibandingkan dengan angka penyabunan minyak kelapa yaitu 255 – 265 mg KOH/gram contoh.

Hal ini diduga erat kaitannya dengan kandungan asam lemak dari minyak mengkudu. Data analisis kromatografi gas menunjukkan bahwa minyak mengkudu mengandung asam lemak dengan massa molekul yang lebih besar bila dibandingkan dengan asam lemak yang terkandung dalam minyak kelapa.

Bilangan iod menunjukkan banyaknya molekul iod yang dapat mengadisi ikatan rangkap pada minyak, dinyatakan dalam gram iod per 100 gram contoh minyak. Bilangan ini sangat penting dalam menentukan kualitas minyak berdasarkan banyaknya ikatan rangkap dalam asam lemaknya. Semakin besar bilangan iod, maka semakin banyak ikatan rangkap yang ada dalam asam lemak suatu minyak.

Sedangkan semakin banyak ikatan rangkap dalam suatu minyak,maka minyak tersebut akan semakin mudah rusak, karena sifatnya yang mudah teroksidasi oksigen dalam udara, senyawa kimia atau proses pemanasan.

Data analisis menunjukkan, minyak mengkudu mempunyai angka iod yang sangat tinggi yaitu 114 gram iod/100 gram minyak. Angka ini jauh lebih besar daripada angka iod minyak kelapa yaitu 8 – 10 gram iod/100 gram minyak.

Bilangan asam menunjukkan banyaknya asam lemak bebas dalam minyak dan dinyatakan dengan mg basa per 1 gram minyak. Bilangan asam juga merupakan parameter penting dalam penentuan kualitas minyak. Bilangan ini menunjukkan banyaknya asam lemak bebas yang ada dalam minyak akibat reaksi hidrolisis akibat reaksi kimia, pemanasan, proses fisika atau reaksi enzimatis.

Semakin tinggi bilangan asam maka semakin banyak minyak yang telah terhidrolisis. Data analisis menunjukkan, bilangan asam minyak mengkudu sebesar 21,12 mg KOH/gram minyak. Besarnya bilangan ini diduga karena telah terjadi proses hidrolisis pada minyak mengkudu terutama pada saat pemeraman buah dan pengolahan.

Pengujian kandungan komponen asam lemak dalam minyak mengkudu bertujuan untuk mengetahui jenis asam lemak yang ada dan dilakukan dengan menggunakan alat kromatografi gas. Data analisis data kualitatif berdasarkan perbandingan waktu retensi beberapa puncak kromatogram contoh terhadap standar asam lemak, maka diamati minyak mengkudu mengandung beberapa asam lemak yaitu asam palmitat, asam linolenat, asam oleat dan asam linoleat.

Selain itu terdapat beberapa puncak dengan waktu retensi lain yang dapat diamati, tetapi belum dapat disimpulkan karena keterbatasan jenis asam lemak standar. Tapi berdasarkan hasil penelitian peneliti lain juga didapatkan adanya kandungan asam lemak yang lain seperti asam stearat.

Dari empat jenis asam lemak yang dapat diamati, ternyata minyak mengkudu mempunyai kandungan jenis asam lemak tak jenuh yang lebih banyak. Seperti diketahui asam oleat, asam linoleat dan asam linolenat merupakan asam lemak tak jenuh dengan jumlah ikatan rangkap tak jenuh masing-masing berturut-turut adalah satu, dua dan tiga. Kandungan inilah yang diduga mengakibatkan besarnya bilangan iodium dan peroksida. Hal ini diduga juga akan menimbulkan mudahnya minyak mengkudu untuk rusak dan berbau tengik. Hasil penelitian menunjukkan, biji mengkudu dapat dijadikan sebagai bahan alternatif untuk memproduksi minyak.***

Eriawan Rismana, M.S.,

Peneliti Muda di P3 Teknologi Farmasi dan Medika, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi – Jakarta.

100 queries 1.098 seconds Baru