Posts Tagged ‘gula darah’:

Kampanye ‘Manisnya Hidup Untuk Semua’ Dimulai!

Jakarta – Meningkatnya penderita diabetes membuat Tropicana Slim mengadakan serangkaian kampanye hidup sehat. Selain cek kesehatan gratis dan demo masak makanan sehat, diperkenalkan pula produk baru madu rendah kalori bagi penderita diabetes agar tetap bisa merasakan ‘manisnya hidup’!

Penderita diabetes di seluruh dunia semakin meningkat dan bahkan memiliki resiko kematian yang cukup tinggi. Menurut Susana, STP, MSc, PD.Eng, selaku Head of Nutrifood Research Center Division, diabetes adalah penyakit gangguan kerja insulin yang disebabkan karena kadar gula dalam darah yang tinggi. Menurut data WHO, 80% penderita diabetes banyak terdapat pada negara miskin dan berkembang. Kematian akibat penyakit ini diperkirakan akan meningkat sampai 50% dalam 10 tahun ke depan.

Indonesia sendiri menempati urutan ke-4 dunia dalam hal jumlah penderita diabetes. Inilah salah satu alasan Tropicana Slim mengadakan serangkaian acara kampanye ‘Manisnya Hidup Untuk Semua’. Acara yang digelar Sabtu 20 Maret 2010 lalu ini melibatkan pers dan keluarga dalam acara ‘Family Day with Tropicana Slim’. Apa sebenarnya tujuan acara ini?

“Tujuannya untuk memberikan informasi kepada masyarakat melalui rekan-rekan media bahwa dukungan keluarga sangat penting artinya bagi diabetesi. Melalui kampanye ‘Manisnya Hidup Untuk Semua’, Tropicana Slim mengajak masyarakat agar dapat menikmati makanan sehat namun tetap nikmat serta dapat dinikmati oleh seluruh anggota keluarga. Tentu saja termasuk jika ada anggota keluarganya yang diabetes,” ujar Norma Sari Dewi, selaku Tropicana Slim Brand Manager.

Selain cek kesehatan gratis seperti cek gula darah, cek komposisi tubuh, dan cek kepadatan tulang digelar pula demo masak makanan sehat. Demo masak yang dibawakan oleh Try Tikogawa, Grand Finalist L-Men of The Year 2009 ini berupa Punch Green Apple Madu , Oatmeal Pisang Gula Jawa dan Salad Buah Krim Keju .

“Pastinya hidangan tersebut bukan hanya sehat tetapi juga rendah kalori karena memakai produk-produk Tropicana Slim dan aman dikonsumsi penderita diabetes,” ujar Try yang mengaku suka memasak dan mulai menjalankan pola hidup sehat sejak tahun 2006 tersebut.

Dalam kesempatan ini juga Nutrifood memperkenalkan produk terbarunya Tropicana Slim Madu Rendah Kalori. Produk dengan rasa manis alami madu ini diharapkan bisa menjadi alternatif sehat pengganti madu. Tentunya dengan kandungan kalori yang lebih rendah dan bebas gula.

“Kadar gula yang tinggi dalam darah membuat diabetesi tidak dapat mengkonsumsi yang manis-manis. Kini mereka bisa mengonsumsi makanan dengan indeks glikemiks yang rendah, seperti Tropicana Slim Madu Rendah Kalori. Tentunya produk ini selain mengurangi risiko diabetes juga aman dikonsumsi penderita diabetes,” terang Susana.

Produk yang diluncurkan awal tahun 2010 ini tersedia dalam kemasan cair 350 ml. Selain rendah kalori, Madu Rendah Kalori ini juga mengandung 100% vitamin C yang bisa ditambahkan sebagai pemanis minuman dan makanan. Nah, dengan ‘Madu Rendah Kalori’ Nutrifood berharap semua orang bisa merasakan ‘Manisnya Hidup’!
( dev / Odi )

Teh celup untuk kecing manis

PREVALENSI penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi di Indonesia cukup tinggi. Menurut data Hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga tahun 1995, yaitu 8,3% per 100 anggota rumah tangga. Pada umumnya perempuan lebih banyak menderita penyakit ini dibandingkan dengan pria. Data ini cukup mengkhawatirkan, mengingat hipertensi merupakan salah satu penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan setiap tahun semakin meningkat jumlah penderitanya.

Ada beberapa solusi yang telah lama digunakan secara umum dapat menekan penyakit dalam seperti hipertensi dan diabetes, antara lain berolah-raga dan diet secara teratur. Dan yang dianggap paling praktis banyak konsumen adalah penggunaan obat kimia. Namun zaman sekarang yang lebih sadar terhadap kesehatan dan pengobatan alami, obat-obat tradisional yang berbasis herbal sering menjadi pilihan utama masyarakat.

Salah satunya, mengkudu alias pace atau buah noni yang bernama ilmiah Morinda Citrifolia, merupakan salah satu tumbuhan berkhasiat yang banyak di konsumsi. Mengkudu yang tergolong resmi sebagai tanaman obat nasional, dalam kapasitas pemakaian tertentu, buah ini berkhasiat memulihkan beragam penyakit yang memakan waktu lama dalam penyembuhannya.

Hasil penelitian terbaru terhadap khasiat buah ini dilakukan oleh Prof Dr Sumali Wiryowidagdo, Guru Besar Farmasi Universitas Indonesia, diumumkan pada 28 September 2004 lalu. Penelitian khasiat mengkudu dilakukan bersama dengan tim peneliti di Pusat Studi Obat Bahan Alam (PS-OBA) Departemen Farmasi Universitas Indonesia.

Dari hasil Uji Pre Klinis terdapat bukti mengkudu efektif dan aman dalam menurunkan tekanan darah tinggi dan menstabilkan kadar gula darah serta tidak memberikan efek samping. Ini tentu hasil yang menggembirakan untuk para penderita hipertensi dan diabetes.

Selain tekanan darah tinggi, para ilmuwan barat yaitu Dr. Isabella Abbot, seorang ahli botani pada tahun 1992 juga mengidentifikasi dan mengkonfirmasi, mengkudu mengandung zat-zat aktif yang sangat bermanfaat untuk mengontrol diabetes, kanker, meredam gangguan diabetes, hepatitis kronis, sakit pinggul, sakit kepala, gangguan fungsi ginjal, kencing batu, gangguan hormon tiroid serta defisiensi daya tahan tubuh akibat penyakit virus Epstein-Barr, candidas kronis, penyakit akibat infeksi virus HIV, kekurangan tenaga atau Altered Energy Syndrome (AES).

Mengkudu bisa menyembuhkan begitu banyak jenis penyakit. Karena di dalam buah ini didapati zat yang dapat merangsang respon pembentukan kekebalan tubuh, membersihkan darah, mengatur fungsi sel, regenerasi sel yang rusak dan menghambat pertumbuhan tumor.

Buah nan buruk rupa namun sarat manfaat ini juga terbukti mengandung zat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menormalkan tekanan darah, menghilangkan rasa sakit, antiperadangan dan antialergi, mengatur siklus suasana hati dan mengatur siklus energi tubuh.

Meski buah ini sarat manfaat, banyak dari penderita masih enggan mengkonsumsinya, karena rasa dan baunya yang kurang sedap. Untuk mensiasati hal ini produsen herbal banyak berperan dalam membuat mengkudu menjadi kemasan yang menarik dan mudah dikonsumsi. Salah satu produksi herbal di Indonesia yang sudah berpengalaman menghasilkan produk-produk andalan dan telah mengekspor produknya adalah PT Jamu Puspo Internusa. Perusahaan ini mempunyai beberapa inovasi produk dalam varian bentuk kapsul sampai dengan teh celup.

Menurut Konsultan Komunikasi perusahaan ini, Fara Andriani, merek-merek Jamu Puspo yang sudah di kenal luas antara lain Pacekap, Pro-DeEm dan Pace Tea. Pacekap berupa kapsul yang mengandung 100% ekstrak murni sari buah mengkudu/pace ini, dibuat melalui proses murni ekstraksi dengan pabrik berstandar internasional.

Pacekap telah teruji aman dan efektif menurunkan tekanan darah tinggi dan menstabilkan kadar gula darah. Dalam hal penelitan uji toksisitas subkronis, hasil penelitian menyebutkan Pacekap aman dikonsumsi untuk jangka panjang dan tidak menimbulkan efek samping negatif pada fungsi organ-organ jantung, hati, fungsi ginjal dan keadaan hematologi.

Pro-DeEm merupakan produk berupa teh celup bagi penderita diabetes yang secara lebih efektif dapat menurunkan kadar gula darah dalam tubuh dan harganya terjangkau bagi masyarakat.

Pace Tea, berupa teh yang berfungsi untuk pencernaan mencegah daya tahan tubuh terhadap gejala-gejala flu, masuk angin, meningkatkan stamina dan konsentrasi beraktivitas. Dengan banyaknya pilihan yang ditawarkan produsen herbal untuk kemasan mengkudu, diharapkan penderita dapat mengonsumsi mengkudu secara maksimal agar dapat menekan tingginya laju penyakit-penyakit yang tidak dapat disembuhkan di Indonesia. Jamu Puspo juga telah mengekspor produk-produknya di pasar Timur Tengah yang meliputi negara UEA, Arab Saudi, Oman, Qatar, Kuwait dan Bahrain.

Noni Kurangi Kolesterol & Trigliserida pada Perokok

Siapa tak kenal buah noni? Di Indonesia buah yang dikenal dengan nama mengkudu ini diyakini punya berbagai macam manfaat bagi kesehatan.

Tak sedikit orang yang telah merasakan khasiat buah bernama Latin Morinda citrifolia ini. Dr. Mian Ying Wang, MD, MS, seorang peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Illinois, Chicago, Amerika Serikat, dalam riset terbarunya mengemukakan bahwa produk Tahitian Noni Juice dapat mengurangi kolesterol dan trigliserida pada perokok dengan tingkat kolesterol tinggi. Hal ini dikemukakan dalam jumpa dengan media di Menara Anugerah, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, 29 Maret lalu.

Dr Wang memilih perokok sebagai subjek penelitian karena tingkat kolesterolnya tinggi dan berisiko terhadap serangan jantung. Dalam penelitian lain noni disebut memiliki efek antikanker pada tahap awal proses karsinogenik, aktivitas antimutagenik, antikanker in vitro dan in vivo, berefek pada perlindungan organ hati, mengurangi rasa sakit, sebagai antioksidan yang sangat kuat untuk menangkal radikal bebas mengurangi peroksida lemak pada vitro dan vivo serta sebagai antiinflamatori.

Prof. Dr. Sumali Wiryowidagdo, Ketua Pusat Studi Obat Bahan Alam (PS OBA) dari Departemen Farmasi Fakultas MIPA Universitas Indonesia juga sudah mulai meneliti khasiat buah noni pada tahun 2004-2005. Menurut Prof. Sumali, noni dapat meningkatkan resistensi tubuh terhadap penyakit. “Karena merupakan adaptogen yakni bahan yang meningkatkan resistensi tubuh terhadap stres fisik, kimia, dan biologi. Selain itu, noni juga merupakan imunostimulan yakni bahan yang mengaktifkan mekanisme pertahanan tubuh terhadap infeksi terutama virus dan bakteri patogen,” ujar Prof Sumali.

Penelitian Prof Sumali didukung oleh uji khasiat yang dilakukan Wahyo Jatmiko dari Universitas Airlangga pada tahun 2004-2005. Seperti dilaporkan Wahyo buah noni aman sebagai obat dan dapat menurunkan gula darah pada penderita diabetes tipe II.

Dr. Wang menambahkan noni selain memiliki efek terapis juga berkhasiat antibakteri, antiviral, antifungal, sebagai peningkat imun dan memberi efek perlindungan terhadap penyakit SARS.

29 queries 0.451 seconds Baru